Sejarah mandi safar di kota sampit


Pembuat: M. Rasya Hafiz Abdilah XK


Sejarah mandi Safar dikota Sampit 

Mandi safar merupakan tradisi tolak bala yang telah dilakukan turun-temurun dan dilaksanakan Sebagian besar masyarakat yang tinggal didaerah Pesisir Sungai didaerah Samuda, Bagendang, Ketapang, Baamang, kota besi, Cempaka Mulia, Serta daerah lainnya. Dinamakan mandi Safar karena Kegiatan ini dilaksanakan pada hari arba Musta'Mir atau hari Rabu terakhir dibulan Safar



Menurut Kepercayaan masyarakat dengan melakukan Mandi Safar akan mensucikan diri dan jiwa Sifat atau watak Jahat, dengki, hasut, fitnah Serta Untuk menghilangkan Sial. Mandi Safar Merupakan Sebuah tradisi Hindu Kuno yang diadopsi ciri tradisi yang berada di india yaitu mandi Suci yang dilaksanakan disungai gangga


Dalam bahasa Dayak Kapuas ngaju tolak bala diartikan Sebagai mamapas lewu yong artinya membersihkan kampung atau Kota tempat tinggal Di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah tradisi mandi Safar telah ada Sejan 1840 M. pada tahun 2002 tradisi tersebut diangkat oleh pemerintah daerah menjadi agenda tetap pemerintah daerah Kotawaringin Timur yang dilaksanakan Setiap tahunnya dan diikuti oleh Seluruh masyarakat Kota Sampit maupun masyarakat yang berasal dari luar daerah

Komentar